Muda dan sebgai otak penggerak Rockabilly Gangsters yaitu Rock N Rose, menjadi Produser di mini album pertama Rockabilly Gangsters ini. Dari awal mula band ini terbentuk, dia lah sebagai pembeda dan otak dalam pergerakan Rockabilly Gangsters. Tak salah jika Executive Produser Rockabilly Gangsters menunjuk dia sebagai Produser untuk penggarapan mini album pertama Rockabilly Gangsters ini.
Keputusan pertama yang dia buat adalah Rockabilly Gangsters tidak akan menambah personil di mini album ini yang berarti total personil hanya tiga orang (vokal, bass dan drum) padahal posisi gitar telah di isi oleh Daus. Namun menurutnya posisi gitar hanya akan di isi oleh additional.
Selain menjadi Produser, dia pun yang menciptakan semua lagu di mini album Rockabilly Gangsters ini. Begitupun dengan art work, packaging, serta strategi pemasaran pasca liris.
Kita liat saja apakah produser muda ini akan sukses dengan mini album yang di tukanginya atau terlalu muda untuk menjadi Produser. Waktulah yang akan menjawabnya. Namun kita do'akan agar semua usahanya berbuah hasil yang manis.
Selamat datang Gangsters di Blog Rockabilly Gangsters. Di Blog ini kalian akan mendapatkan informasi resmi dari kami seputar kegiatan dan berita - berita terbaru mengenai Rockabilly Gangsters. Elvis Bless Us!
Jumat, 12 Desember 2014
ROCKABILLY GANGSTERS AKAN MENGELUARKAN ALBUM DI TAHUN INI
Setahun berlalu saat awal mula terbentuk di bulan Oktober 2013 membuat para personil Rockabilly Gangsters terpacu untuk mencapai sebuah pencapaian yaitu membuat sebuah album.
Tepat di ulang tahun yang pertamnaya rencana pembuatan album dilakukan walau belum adanya posisi gitaris sebagai pengganti Iyonk yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.
Pepatah mengatakan, dimana ada kemauan pasti ada jalan. Terbukti tidak lama berselang ada seorang teman yang menawarkan diri menjadi gitaris Rockabilly Gangsters. Kurang lebih satu bulan penggodokan untuk mendapatkan chemistry dan hal lain akhirnya proses pengerjan album pun di mualai di akhir Oktober 2014. Mereka bersepakat untuk awal ini meluncurkan mini album dan selanjutnya baru akan meluncurkan full album.
Satu minggu full proses pembuatan mini album pertama ini di lakukan di MK studio Ujung Berung tanpa henti. Proses pembuatan mini album ini selesai di hari ke lima dengan total lima buah lagu yang akan ada di mini album ini.
Daus ( gitaris baru ) benar-benar menjadi pembeda di setiap lick gitar album ini. Dengan nuansa lick yang lebih fresh dari Iyonk membuat setiap lagunya menjadi bergairah.
Akan menjadi album pertama Rockabilly di Bandung adalaha salah satu alasan bagi Rose dan kawan-kawan untuk merilis album di tahun ini. Di Bandung sendiri scane Rockabilly masih asing di tengah masyarakat Bandung yang cenderung menyukai musik Metal, Punk dan Hardcore. Karena scane Rockabilly di Bandung saat ini adalah generasi pertama. Bagi siapapun band Rockabilly di Bandung yang pertama merilis album, maka akan mencatatkan namanya dalam sejarah scane Rockabilly di Bandung sebagai pelopor dan pionir bagi generasi selanjutnya.
Tepat di ulang tahun yang pertamnaya rencana pembuatan album dilakukan walau belum adanya posisi gitaris sebagai pengganti Iyonk yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.
Pepatah mengatakan, dimana ada kemauan pasti ada jalan. Terbukti tidak lama berselang ada seorang teman yang menawarkan diri menjadi gitaris Rockabilly Gangsters. Kurang lebih satu bulan penggodokan untuk mendapatkan chemistry dan hal lain akhirnya proses pengerjan album pun di mualai di akhir Oktober 2014. Mereka bersepakat untuk awal ini meluncurkan mini album dan selanjutnya baru akan meluncurkan full album.
Satu minggu full proses pembuatan mini album pertama ini di lakukan di MK studio Ujung Berung tanpa henti. Proses pembuatan mini album ini selesai di hari ke lima dengan total lima buah lagu yang akan ada di mini album ini.
Daus ( gitaris baru ) benar-benar menjadi pembeda di setiap lick gitar album ini. Dengan nuansa lick yang lebih fresh dari Iyonk membuat setiap lagunya menjadi bergairah.
Akan menjadi album pertama Rockabilly di Bandung adalaha salah satu alasan bagi Rose dan kawan-kawan untuk merilis album di tahun ini. Di Bandung sendiri scane Rockabilly masih asing di tengah masyarakat Bandung yang cenderung menyukai musik Metal, Punk dan Hardcore. Karena scane Rockabilly di Bandung saat ini adalah generasi pertama. Bagi siapapun band Rockabilly di Bandung yang pertama merilis album, maka akan mencatatkan namanya dalam sejarah scane Rockabilly di Bandung sebagai pelopor dan pionir bagi generasi selanjutnya.
ROCK N ROSE DAN SIXTY NINE CATS
Disamping sebagai vokalis Rockabilly Gangsters, Rose yang biasa disapa, membuat sebuah proyek sampingan, tepatnya sebuah usaha di bidang clothing.
Sixty Nine Cats, itulah nama clothing dari vokalis Ropckabilly Gangsters ini. Bermula dari kerjasama dengan Jon Ian ( vokalis sebuah band Punk dari Surakarta yang bernama sama dengan bandnya), mereka bersepakat membuat sebuah clothing Rockabilly pada pertengahan tahun 2014. Namun dalam beberapa bulan perjalanannya clothing ini tidak berjalan mulus karena Rose harus fokus untuk Rockabilly Gangsters. Di tambah saat Iyonk mengundurkan diri dari Rockabilly Gangsters membuat fokus untuk Sixty Nine Cats ini menjadi buyar.
Dengan berjalannya waktu banyak peer yang harus di kerjakan serta fokus yang harus tertuju pada suatu hal untuk Rockabilly Gangsters, seperti pencarian gitaris serta proses pembuatan mini album yang membuat Sixty Nine Cats harus vakum. Namun alhasil karena dengan fokus, semua peer Rockabilly Gangsters akhirnya dapat diselesaikan dengan cepat.
Di akhir bulan November 2014 ini Rose menanta kembali Sixty Nine Cats yang telah beberapa bulan vakum karena banyaknya yang harus dikerjakan bersama Rockabilly Gangsters. Namun dalam penataan kembali Sixty Nine Cats ini, dia tidak bekerjasama lagi dengan Jon Ian karena satu dan lain hal.
Menurutnya, Sixty Nine Cats adalah usaha yang diimpikan dari dulu dan baru terlaksana di tahun 2014 ini. Karena bagi siapapun dalam mengerjakan sesuatu hal yang kita sukai pasti akan senang dalam mengerjakannya dan akan terasa kenikmatan serta kenyamanan dalam melakukan pekerjaan tersebut, tambahnya.
Menurutnya lagi Sixty Nine Cats ini berkonsep Clothing Rockabilly dengan produk-produk yang berhubungan dengan Rockabilly seperti Workshirt, Pomade, Tshirt serta Merchandise dari band-band berculture Rockabilly. Untuk mengunjungi tokonya bisa langsung ke Jl. Komplek Pindad Rancasawo no. 70 Ciwastra, Bandung.
Sixty Nine Cats, itulah nama clothing dari vokalis Ropckabilly Gangsters ini. Bermula dari kerjasama dengan Jon Ian ( vokalis sebuah band Punk dari Surakarta yang bernama sama dengan bandnya), mereka bersepakat membuat sebuah clothing Rockabilly pada pertengahan tahun 2014. Namun dalam beberapa bulan perjalanannya clothing ini tidak berjalan mulus karena Rose harus fokus untuk Rockabilly Gangsters. Di tambah saat Iyonk mengundurkan diri dari Rockabilly Gangsters membuat fokus untuk Sixty Nine Cats ini menjadi buyar.
Dengan berjalannya waktu banyak peer yang harus di kerjakan serta fokus yang harus tertuju pada suatu hal untuk Rockabilly Gangsters, seperti pencarian gitaris serta proses pembuatan mini album yang membuat Sixty Nine Cats harus vakum. Namun alhasil karena dengan fokus, semua peer Rockabilly Gangsters akhirnya dapat diselesaikan dengan cepat.
Di akhir bulan November 2014 ini Rose menanta kembali Sixty Nine Cats yang telah beberapa bulan vakum karena banyaknya yang harus dikerjakan bersama Rockabilly Gangsters. Namun dalam penataan kembali Sixty Nine Cats ini, dia tidak bekerjasama lagi dengan Jon Ian karena satu dan lain hal.
Menurutnya, Sixty Nine Cats adalah usaha yang diimpikan dari dulu dan baru terlaksana di tahun 2014 ini. Karena bagi siapapun dalam mengerjakan sesuatu hal yang kita sukai pasti akan senang dalam mengerjakannya dan akan terasa kenikmatan serta kenyamanan dalam melakukan pekerjaan tersebut, tambahnya.
Menurutnya lagi Sixty Nine Cats ini berkonsep Clothing Rockabilly dengan produk-produk yang berhubungan dengan Rockabilly seperti Workshirt, Pomade, Tshirt serta Merchandise dari band-band berculture Rockabilly. Untuk mengunjungi tokonya bisa langsung ke Jl. Komplek Pindad Rancasawo no. 70 Ciwastra, Bandung.
Saat di tanya mau di bawa ke arah mana nantinya Sixty Nine Cats ini? dia menjawab, semua pengusaha clothing pasti ingin produknya dikenal dan digunakan banyak orang, namun saya menginginkan agar tidak menjadi mainstream jika suatu saat Sixty Nine Cats besar. Saya lebih senang jika para loyalis yang menggunakan produk Sixty Nine Cats di banding di gunakan artis yang muncul di televisi. Ya, minimal sejajar dengan RUMBLE, tuturnya.
Bukan tidak mungkin apa yang diharapkannya bisa terwujud jika fokus dan dibarengi dengan usaha serta doa. Semoga apa yang di cita-citakannya bisa terwujud.
Langganan:
Komentar (Atom)




